EDUKASI NCICD

  • Kenapa proyek NCICD dimulai?

    Padatahun 2007, Bencana banjir besar terjadi di Jakarta, mengakibatkan korban jiwa 76 orang dan membuat lebih dari setengah juta orang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Belanda menawarkan bantuan kepada Indonesia untukmengatasi bencana banjir ini. Langkah pertama adalah tanggul laut saat ini diperkuat, dan kemudian strategi dikembangkan: The Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS). Strategi ini kemudian berkembang lebih lanjut menjadi Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau lebih dikenal dengan National Capital Integrated Coastal Development programme (NCICD)

  • Apa yang akan terjadi jika NCICD tidak dilaksanakan?

    Jika kita tidak melakukan apa-apa, Jakarta akan tenggelam. Pada saatnya, seluruh wilayah pesisir Jakarta akan tenggelam lebih jauh di bawah permukaan laut. Sungai-sungai tidak lagi bisa mengalir secara natural lagi ke laut dan banjir akan lebih sering terjadi di Utara Jakarta. Dan karena buruknya kualitas air dari Sungai-sungai yang ada, ditakutkan penyakit akan lebih banyak terjadi akibat dari kejadian banjir. Pada tahun 2020 kurang lebih 4,5 juta orang bisa kehilangan tempat tinggal dan lahan bernilai 103 milyar dollar Amerika berisiko tenggelam secara permanen ke laut.

  • Siapa yang akan menerima manfaat dari program NCICD?

    Seluruh penduduk yang bertempat tinggal di wilayah pesisir utara Jakarta akan menerima manfaat dari program ini. Walau pun tujuan utama dari program NCICD adalah untuk meningkatkan keamanan penduduk yang bertempat tinggal di wilayah pesisir utara Jakarta dari banjir yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut, program NCICD merupakan program terpadu yang memiliki beberapa tujuan untuk dicapai, yaitu:
    1)Menciptakan wilayah yang aman dari Banjir bagi warga Jakarta terutama yang tinggal di wilayah Utara Jakarta.
    2)Peningkatan kualitas air dari sungai-sungai dan teluk Jakarta (menurunkan risiko penyakit yang bisa terjadi selama banjir)
    3)Revitalisasi dari Jakarta Utara (wilayahrekreasi, perumahan social, wilayahindustri)
    4)Menciptakan pengembangan ekonomi (kesempatan kerja, meningkatkan wisata ke Jakarta dan Kepulauan Seribu, sektor perikanan, meningkatkan transportasi & logistik)
    5)Restorasi lingkungan dari Teluk Jakarta.
    Tujuan-tujuan yang disebutkan diatas seluruhnya berkontribusi pada peningkatan kondisi lingkungan bagi masyarakat di wilayah utara Jakarta. Karena program ini memiliki skala yang besar, ini hanya akan bisa dicapai dengan pengelolaan yang kuat dan terpadu dan dukungan dari sektor swasta.

  • Kenapa kita membutuhkan Tanggul laut luar (tahap B) setelah tanggul laut eksisting (Tahap A) diperkuat?

    Meningkatkan tanggul laut eksisting menyediakan perlindungan yang cukup dari banjir laut untuk jangka pendek (2025).Bagaimanapun, penurunan muka tanah akan terus berlanjut untuk beberapa waktu. Untuk perlindungan jangka panjang, meningkatkan tinggi tanggul laut dan sungai sangat berbahaya. Dengan laju penurunan tanah saat ini, tanggul laut dan sungai yang ada saat ini harus menahan ketinggian air setinggi 5 meter dalam waktu 25 tahun. Jika tanggul pecah, dampaknya akan sangat berbahaya. Serta, untuk membangun tanggul sebesar itu pada lokasi tanggul yang ada saat ini akan membutuhkan relokasi banyak perumahan, masyarakat dan infrastruktur seperti rumah pompa dan jembatan.

  • Apakah tidak ada alternatif lain selain membangun tanggul laut luar?

    Ada, beberapaalternatiftelahdikajiselamatahappersiapandari Master Plan NCICD. Salah satualternatifadalahuntukMenjadikansebagianwilayahpesisir Utara menjadiwadukbesar. Bagaimanapun, tidakmemungkinkanuntukmenemukanwilayahdengankapasitasseluasini di daratan. Dengankondisikotasaatiniakanmembutuhkanrelokasibanyakmasyarakatketempat lain (kuranglebih 1 juta orang)

  • Apa saja perencanaan untuk setiap tahapan dari NCICD?

    Kejadian melimpasnya air laut melewati eksisting tanggul semakin dekat, karenanyap ekerjaan untuk penguatan tanggul (Tahap A) ini harus segera di mulai sekarang. Setelah finalisasi Tahap A, tanggul laut yang ada ini akan memberikanp erlindungan hingga 2025 dan bias ditingkatkan sedikit lagi untuk perlindungan hingga 2030.
    Karena efek dari penurunan tanah, tanggul laut luar harus menutup Teluk Jakarta antara tahun 2025 dan 2030. Di sekitar waktu itu sungai akan berhenti mengalir langsung ke laut. Pembangunan tanggul laut luar diharapkan akan berlangsung selama 7 tahun, yang berarti pembangunan harus dimulai tahun 2018.

  • Apakah tanggul laut luar benar-benar aman?

    Tanggul laut luar akan menjadi tanggul yang sangat kuat. Tanggul laut luar di desain untuk bias bertahan melawan kondisi laut dengan probabilitas 1 banding 10.000 tahun. Bencana tsunami juga sudah ikut diperhitungkan di dalam desain. Waduk dan stasiun pompa juga telah di desain untuk curah hujan dan debit sungai dengan probabilitas 1 dalam 100 tahun.

  • Apakah itu penurunan tanah dan apa yang menyebabkan hal itu?

    Penurunan tanah adalah proses padaitanah yang ada di perkotaan yang menyebabkan permukaan tanah menurun. Di Jakarta proses ini berlangsung dengan sangat cepat: hingga 14 centimeter per tahun tergantung wilayahnya. Penurunan tanah bias memiliki beberapa penyebab. Penyebab paling penting adalah pengambilan air tanah secara berlebihan. Karena air tanah diambil dalam jumlah besar, tekanan terhadap tanah menurun sehingga menyebabkan tanah menjadi turun. Hanya jika pengambilan air tanah dibatasi atau dihentikan, proses penurunan tanah akan melambat dan bahkan berhenti. Jika tidak, wilayah yang terkena dampak akan terus turun hingga beberapa meter dalam 50 tahun kedepan.

  • Bagaimana dengan pengalihan air sungai di wilayah hulu?

    Pengalihan dari air di hulu bukan merupakan alternatif yang tepat untuk mengatasi banjir di wilayah pesisir atau hulu. Air hujan yang jatuh di wilayah Jakarta sendiri masih harus tetap di pompa ke Teluk Jakarta. Pengalihan air dari hulu hanya bisa membantu mengurangi volume air yang masuk ke dalam waduk, tetapi bukan merupakan alternatif solusi untuk wilayah pesisir.

  • Apa kaitan antara Master Plan NCICD dengan Pengembangan 17 Pulau-pulau di DKI Jakarta (Reklamasi Lahan)?

    17 pulau-pulau atau reklamasi lahan yang direncanakan di Teluk Jakarta bukan merupakan bagian dari NCICD, tetapi akan dikoordinasikan terkait dengan kepentingan tata ruang. DKI Jakarta juga mensubsidi silang pembiayaan stasiun pompa dan pembangunan rusun dari keuntungan pembangunan reklamasi lahan.

  • Apakah itu penurunan tanah dan apa yang menyebabkan hal itu?

    Penurunan tanah adalah proses padaitanah yang ada di perkotaan yang menyebabkan permukaan tanah menurun. Di Jakarta proses ini berlangsung dengan sangat cepat: hingga 14 centimeter per tahun tergantung wilayahnya. Penurunan tanah bias memiliki beberapa penyebab. Penyebab paling penting adalah pengambilan air tanah secara berlebihan. Karena air tanah diambil dalam jumlah besar, tekanan terhadap tanah menurun sehingga menyebabkan tanah menjadi turun. Hanya jika pengambilan air tanah dibatasi atau dihentikan, proses penurunan tanah akan melambat dan bahkan berhenti. Jika tidak, wilayah yang terkena dampak akan terus turun hingga beberapa meter dalam 50 tahun kedepan.

  • Bagaimana dengan pengalihan air sungai di wilayah hulu?

    Pengalihan dari air di hulu bukan merupakan alternatif yang tepat untuk mengatasi banjir di wilayah pesisir atau hulu. Air hujan yang jatuh di wilayah Jakarta sendiri masih harus tetap di pompa ke Teluk Jakarta. Pengalihan air dari hulu hanya bisa membantu mengurangi volume air yang masuk ke dalam waduk, tetapi bukan merupakan alternatif solusi untuk wilayah pesisir.

  • Apa kaitan antara Master Plan NCICD dengan Pengembangan 17 Pulau-pulau di DKI Jakarta (Reklamasi Lahan)?

    17 pulau-pulau atau reklamasi lahan yang direncanakan di Teluk Jakarta bukan merupakan bagian dari NCICD, tetapi akan dikoordinasikan terkait dengan kepentingan tata ruang. DKI Jakarta juga mensubsidi silang pembiayaan stasiun pompa dan pembangunan rusun dari keuntungan pembangunan reklamasi lahan.

  • Bagaimana dengan dampak terhadap sektor perikanan?

    Penutupan Teluk Jakarta akan memiliki tiga dampak pada sektor perikanan:
    1) Kualitas air diluar Teluk Jakarta akan meningkat karena polusi akan ditahan didalam waduk.
    2) Kehilangan wilayah perikanan di dalam Teluk. Terkait permasalahan ini, argumentasi yang diberikan adalah wilayah Teluk Jakarta sudah sangat terkontaminasi polusi sehingga mengkonsumsi ikan dari wilayah ini sangat tidak disarankan dan berisiko pada kesehatan;
    3) Kapal harus melewati gerbang jika ingin keluar masuk tanggul. Bagi nelayan lokal yang melaut setiap harinya, gerbang ini akan dianggap sebagai penghalang. Bagi nelayan lokal ini, pelabuhan dan komunitas baru telah disediakan pada bagian sayap di tanggul laut luar. Biaya untuk ini telah dihitung dalam analisa keuangan.

  • Apa akibatnya terhadap lingkungan?

    Dampak utama terhadap lingkungan telah dievaluasi dan dipublikasikan di penilaian lingkungan. Dokumen ini sedang dikonversi menjadi KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis). Isu utama telah diketahui dan perlu segera diatasi. Penelitian tambahan akan memberikan rincian lebih lanjut, namun kemungkinan besar tidak akan menyebabkan penilaian yang berbeda secara fundamental dari situasi lingkungan saat ini.

  • Apa yang akan menjadi efek pada kualitas air di Teluk Jakarta?

    Kualitas air di Teluk Jakarta dan 13 sungai saat ini sangat buruk dengan konsentrasi oksigen yang sangat rendah. Air limbah dan limbah padat masih langsung masuk ke Teluk Jakarta tanpa terlebih dahulu diolah, yang kemudian larut ke dalam air laut. Konsekuensinya adalah sedimen yang berada di Teluk Jakarta telah terkontaminasi dengan organik dan logam berat.NCICD Frequently Asked Questions 5 Versi Juni 2015 Pengelolaan air saat ini merupakan yang paling penting untuk menyelesaikan permasalahan kualitas air di Teluk Jakarta. Langkah ini dianggap sebagai langkah yang sangat penting karena meningkatkan kualitas air memberi manfaat pada lingkungan dan kesehatan manusia.

  • Apa yang akan terjadi dengan ekosistem laut yang berada di Teluk Jakarta setelah penutupan Tanggul laut luar?

    Ekosistem air laut di teluk Jakarta akan menghilang setelah tanggul laut luar selesai dibangun. Spesies ikan besar akan bermigrasi dan berpindah seiring dengan terjadinya perubahan salinitas air selama tahap pembangunan dan lalu akan menghilang seluruhnya ketika tanggul ditutup. Kualitas lingkungan di waduk air tawar untuk tingkat besar akan tergantung kepada perkembangan dari pelaksanaan sistem pengolahan air. Hal ini membutuhkan kajian selanjutnya dalam fase perencanaan & desain.

  • Seberapa besar efek dari proyek ini terhadap keadaan alam di Teluk Jakarta?

    Penutupan Teluk Jakarta akan memiliki dampak yang sangat signifikan. Seharusnya, efek ini akan memiliki dampak yang negatif karena ekosistem air asin akan berubah menjadi ekosistem air tawar. Hal ini akan dibahas lebih lanjut di dalam KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis)

  • Apakah sudah cukup kajian yang telah dilakukan pada solusi yang ditawarkan (tanggul laut luar)?

    NCICD mengkombinasikan hasil kerjasama 7 tahun riset antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda. Dokumen teknis mencakup beberapa ribu halaman dan lebih dari 10 juta Euro telah dihabiskan. Seluruh dokumen yang tersedia di Indonesia telah dievaluasi. Dasar teknis untuk Master plan telah diketahui: permasalahan penurunan tanah telah dimengerti, laju penurunan tanah telah cukup jelas, level muka air laut dari waktu ke waktu juga sudah diketahui, sistem hidrolik dari Ibukota Negara telah dimengerti dan kondisi kualitas air dan dampaknyapada program ini juga telah dipahami.. Kondisi sosial ekonomi masyarakat dan dampak lingkungan juga telah dipahami. Kesimpulan Masterplan NCICD pada masalah dan solusi telah memiliki dasar teknis yang kuat.

  • Seberapa besar ukuran tanggul laut luar nantinya dan berapa ukuran dari waduk?

    Panjang total dari tanggul laut luar adalah 25 kilometer. Luas area waduk minimum akan sebesar 7,500 hektar (Hanya bagian barat (stage B). Dibutuhkan ukuran sebesar ini agar bisa menampung seluruh 13 sungai yang mengalir di wilayah Jakarta.

  • Berapa kapasitas pompa yang dibutuhkan?

    Menjaga ketinggian air di waduk retensi agar tetap berada dalam kapasitas desain membutuhkan pompa terbesar di seluruh dunia. NCICD Frequently Asked Questions 6 Versi Juni 2015 Kapasitas total pemompaan dari pompa-pompa ini adalah berkisar antara 730 m³ per detik. Dengan kapasitas ini fluktuasi level air maksimum di dalam waduk adalah 2.5 meter.

  • Bagaimana tanggul laut luar akan dibangun?

    Tanggul laut luar terletak jauh ke arah laut. Kedalaman maksimum akan berkisar 16 meter dan permukaan tanggul laut akan berada 7.7 meter diatas permukaan laut. Tanggul laut luar akan dibuat dari sebagian besar material berupa pasir, kemungkinan dilengkapi dengan caissons. Terbuat dari pasir, dinding dari tanggul laut akan memiliki lebar 380 meter pada titik yang paling dalam. Metode konstruksi lebih lanjut akan didetilkan pada fase perencanaan dan desain.

  • Apakah ada cukup pengetahuan dan pengalaman untuk membangun tanggul laut ini/atau apakah sudah pernah dilakukan sebelumnya?

    CICD termasuk unik karena tidak ada di bagian belahan dunia lain tanggul laut luar yang memiliki ukuran sebesar ini serta dikombinasikan dengan pengembangan kota wilayah pesisir. Kombinasi antara tanggul laut dan waduk yang paling menyerupai NCICD terdapat di beberapa negara lainnya seperti The Afsluitdijk di Belanda dan The Saemangeum di Korea Selatan. Tantangan terbesar adalah mengelola program dalam cara yang terpadu. Oleh karena itulah, unit organisasi khusus (otorita khusus) dibutuhkan.

  • Siapa yang akan membiayai program NCICD?

    Akan ada investasi awal dari pemerintah untuk menjamin keamanan. Selanjutnya, biaya akan diperoleh dari aktivitas yang bisa menghasilkan seperti (tambahan) reklamasi lahan, jalan toll, dll.

Tidak Ditemukan Pertanyaan Anda? Maka Tanyakan Kami!

Your Name (required)

Your Email (required)

Subject

Your Message (required)